Cara Membedakan Tahu Mengandung Formalin dan Tidak Mengandung Formalin

Teliti sebelum membeli merupakan slogan yang erat dan akrab bagi kita konsumen. Terlebih bila yang kita beli akan kita konsumsi sendiri dan bersama keluarga. Akhir- akhir banyak ditemui produsen tahu yang nakal. Yaitu mencampurkan formalin kedalam tahu ditengah proses pembuatan tahu. Guna formalin adalah sebagai pengawet mayat atau pengawet hewan untuk dipajang di museum. Celakanya kita harus menikmati formalin yang beracun tersebut dalam penganan kita.

Guna tahu yang diberi kandungan formalin adalah agar dapat tahan lama dalam penjualannya. Banyak tahu yang dibuat tidak cukup tahan lama, sehingga mudah rusak dan basi. Tak sering hingga merugikan produsen dan penjual. Namun efek yang ditimbulkan dalam mengkonsumainya melebihi kerugian produsen dan penjual. Karena dapat berujung pada kematian.

Berikut ini adalah cara sederhana untuk membedakan tahu berformalin dan tidak.

  1. Cek apakah tahu licin atau kesat. Jika licin dan ketika dicuci tidak juga kesat, sebaiknya tidak dikonsumsi.
  2. Cek kekenyalan tahu. Apakah mudah hancur jika dicuil di pinggir, atau tidak. Jika tidak mudah hancur, sebaiknya tidak dikonsumsi.
  3. Cek kadar bau tahu, jika agar keras baunya lebih dari biasanya, sebaiknya jangan dikonsumsi.

 

Credit photo : Disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s