RESEP – Macaroni Schotel

imageMacaroni Schotel makanan yang gak mungkin kita lewatin untuk makan kalo pas di resepsi pernikahan kaann? Hahaha..abis enak siih ­čśÇ

Buat saya, walaupun setiap tangan menghasilkan rasa yang berbeda, bukan berarti rasanya enggak enak, itu hanya identitas dari setiap orang yang memasak. Kalau di toko A rasa Macaroni Schotel nya berbeda dengan toko B, bukan berarti salah satu nya juara dan lebih unggul soal rasa. Lagi- lagi itu tergantung bagaimana si tukang masak mengartikan masakannya. Kalau si tukang masak bilang rasa masakannya enak, yaudah itu berarti identitas dia, seperti seorang Wanita yang memuji kecantikannya sendiri padahal orang- orang mengatakan ia tidak cantik. Nah, rasa masakan seperti itu lah kurang lebih. Bukan karena pujian orang- orang, tapi karena identitas diri, yaudah jadinya gitu deh… So, jangan pernah mengejek masakan seseorang yaa.. Hahaha.. kok jadi pake pesan moral nih, padahal mau bagi- bagi resep ­čśŤ

Oke deh, sebelum bagi- bagi resep, cerita dulu yaaa.. ^_^

Asal muasal si Macaroni Shcotel yang udah banyak modifikasinya sekarang ini. Ternyata, asal muasal ini makanan dari Eropa Utara, seperti Finlandia, Swiss, dan Malta (yang ini belum pernah denger negaranya ­čśŤ ) dan nama aslinya adalah┬áMacaroni Casserole. Ingredients nya sih hampir mirip dengan yang kita sering makan, macaroni yang sudah direbus, telur, susu, daging, sayuan atau ikan, dan umumnya menggunakan taburan keju atau breadcrumbs diatasnya. Dan walau kadang ada beberapa bahan yang berbeda, tetap berbahan dasar keju dan pasta. Dan itu miriiip banget sama Frittata, side dish asal Italia yang ingredients nya telur, daging, sayuran, dan pastinya..PASTA ­čśÇ

Dan kenapa pas di Indonesia malah jadi Macaroni Shcotel? Jadiii, dulunya┬ápas kita dijajah Belanda, diperkenalkan deh tu┬áMacaroni Shcotel, dan kata Schotel sendiri berasal dari kata Schaal, yang artinya Piring, maksudnya kurang lebih┬áadalah loyang untuk membuat makanan itu. Jadi makaroni di loyang kali ya :)) *ngasal ini mah saya* Jadilah kita kenal dengan Macaroni Schotel deh sekarang ­čÖé

Dan ini resep Macaroni Shcotel sederhana ala saya, yang pasti udah dipraktekkin sendiri dan udah saya share ke sodara- sodara saya :)) *pamer* Selamat Mencoba ya! ­čśÇ

 

Bahan :

150 gram makaroni kering ukuran sedang (round macaroni)
150 gram daging giling (bisa diganti 5 potong sosis atau 5 lembar smokedbeef)
500 ml susu cair.
5 butir telur ayam.
150 gram wortel, potong dadu kecil, rebus sampai matang. (Bisa diganti sayur lain atau mixed vegetables)
50 gram keju cheddar, parut.
50 gram keju cheddar quick melt, potong dadu.
4 sendok makan mentega.
150 gram bawang bombai ukuran sedang, cincang.
3 siung bawang putih, cincang halus.(Optional)
┬╝ sendok teh garam.
┬Ż sendok teh merica bubuk.
┬╝ sendok teh pala bubuk.

Cara Membuat :

1. Rebus makaroni, jangan lupa tambahkan 1 sendok mentega, setelah terlihat agak membesar dan lembek, angkat dan tiriskan. Jangan terlalu lembek dan lodoh.
2. Panaskan mentega dengan api kecil saja, lalu tumis bawang bombay sampai baunya harum. Lalu masukkan tepung terigu, aduk hingga menggumpal.
3. Tambahkan susu cair pelan- pelan sambil diaduk sampai gumpalan tadi mengencer kembali. Matikan api.
4. Campurkan telur, makaroni, keju parut, keju quick melt potong, garam, merica, dan pala bubuk ke tumisan yang tadi, aduk sampai rata.
5. Tuang adonan tadi ke pinggan kaca tahan panas, atau bisa juga menggunakan loyang alumunium. Ratakan.
6. Masukkan ke oven, panggang selama ┬▒10menit
7. Keluarkan dari oven lalu taburkan parutan keju cheddar ke makaroni, masukkan kembali kedalam oven dan panggang selama ┬▒ 10-15 menit.
8. Untuk tahu kematangannya, celupkan garpu, kalo masih ada yang menempel adonan cair, berarti belum matang, panggang lagi sampai matang. Cek berkala.

 

Tips : Bentuk loyang mempengaruhi lama kematangan makaroni lho, semakin kecil dan tinggi loyang, tingkat kematangannya semakin lama, semakin pendek dan melebar loyang, tingkat kematangan semakin cepat. Sebaiknya gunakan loyang alumunium dengan tingi 6cm ukuran kotak 20x20cm untuk porsi besar, atau kalau mau yang kecil- kecil, bisa dengan loyang alumunium tinggi 6cm ukuran kotak 5x5cm.

credit photo : Blog Tetangga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s